Macam-Macam Orang di Bulan Ramadhan

 Dalam satu kesempatan ketika Ramadhan tiba, Rasulullah menyampaikan kepada para sahabat. 

وَقَدْ دَنَا شَهْرُ رَمَضَانَ لَوْ يَعْلَمُ الْعِبَادُ مَا فِيْ رَمَضَانَ لَتَمَنَّتْ اُمَّتِي اَنْ يَكُوْنَ سَنَةً

Artinya: “Ramadhan telah tiba. Seandainya para hamba Allah mengetahui terhadap apa-apa yang ada dalam Ramadhan, maka umatku pasti berharap agar bulan ini tetap ada selama setahun penuh”

Ramadhan adalah bulan yang sungguh luar biasa. Bulan di mana sumber dari segala ilmu, Al-Quran, diturunkan. Bulan di mana terdapat malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Bulan di mana setan terbelenggu, pintu neraka ditutup rapat-rapat, dan pintu surga dibuka sangat lebar. Bulan di mana terkabulnya do'a-do'a. Sayyidu Syuhur, pemimpin dari bulan-bulan yang lain. Bulan paling spesial diantara bulan-bulan yang lain. 

Ramadhan adalah event yang sangat spesial. Hanya satu diantara dua belas bulan. Hanya sekitar tiga puluh hari di antara 355 hari. Waktu yang sangat ditunggu-tunggu seluruh umat Muslim di seluruh pelosok dunia. Event paling besar, megah, nan mewah. 

Namun, pemahaman luar biasa perihal bulan Ramadhan ini berbeda-beda tiap manusia. Ada yang benar-benar telah mempelajarinya dalam suatu pengajian, ada yang hanya mendengar desas-desusnya, ada yang mengetahui namun tidak peduli, ada pula yang memang tidak mengetahui sama sekali. Di sisi lain, manusia memang makhluk paling unik. Ada beraneka ragam. Maka, semakin beraneka ragam pula cara mereka menyambut bulan Ramadhan dan berperilaku di dalam event besar ini. 

Berikut adalah beberapa tipe manusia yang ada di bulan Ramadhan:

Pertama, adalah orang yang tidak mengetahui perihal spesialnya bulan Ramadhan ini. Ia awam. Hanya mengetahui bahwasanya puasa adalah menahan lapar dari terbitnya matahari hingga sang mentari itu tenggelam. Ia tidak tahu menahu bahwa apa saja kebaikan dilipatgandakan hingga tumpah ruah. Alhasil, orang-orang jenis pertama ini melakukan bermacam-macam aktivitas yang sekiranya membuat lapar mereka tidak terasa hingga nanti waktu berbuka. Entah bermain game, menonton film, anime, atau hanya TV, dan berbagai macam kegiatan menyenangkan lainnya. 

Kedua, sebenarnya orang jenis kedua ini tidak berbeda jauh dengan orang jenis kedua kalau kita hanya melihat dari segi dzohir-nya saja. Namun, orang jenis kedua ini mempunyai dalil untuk kegiatannya, yakni tarkul ma'ashi (meninggalkan maksiat). Dengan begitu, apa yang ia lakukan lebih berpahala. Berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi sebagai berikut:

   نِيةُ المُؤْمِنِ خَيْرٌ مِنْ عَمَلِهِ  

Artinya: “Niat seorang mukmin lebih utama daripada amalnya.”

Ketiga, masih sama sebenarnya dengan orang kedua, namun dengan menggunakan dalil yang berbeda. Orang jenis ketiga ini menggunakan hampir seluruh waktunya selama berpuasa untuk tidur. Berikut hadits yang menjelaskan tentang hal ini:

نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ وَصُمْتُهُ تَسْبِيْحٌ وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ وَذَنْبُهُ مَغْفُوْرٌ

“Tidurnya orang puasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amal ibadahnya dilipatgandakan, doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni” (HR Baihaqi).

Walaupun sebenarnya, hadits di atas adalah hadits dhoif. Namun, kembali kepada jenis orang kedua, ia tetap berpahala karena meninggalkan maksiat. 

Keempat, orang jenis ini adalah orang yang mengetahui betul keutamaan bulan Ramadhan. Yang kemudian entah bagaimana caranya tiba-tiba bisa menyulapnya menjadi sosok macam malaikat. Mereka yang sebelum Ramadhan datang entah berperilaku kurang baik, atau malah macam setan, tiba-tiba senantiasa berbuat baik. Mengikuti berbagai pengajian, ngepush khataman, sholat sunnah sebanyak-banyaknya, dan berbagai macam kebaikan lainnya. Mereka sudah macam malaikat. Walaupun setelah Ramadhan usai, mereka kembali seperti  settingan sedia kala. Orang yang banyak rebahan, membuang waktu, dan semacamnya. Beberapa dari mereka berpikir, bahwa pahala kala Ramadhan sudah sangat banyak. 

Kelima, orang-orang yang merasa bahwa hanya berbuat baik di bulan Ramadhan sama saja munafik, tidak hanya kepada para manusia, tapi juga kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Akhirnya, mereka tidak menggunakan bulan Ramadhan sebaik mungkin, dan hanya bersikap seperti pada bulan-bulan biasa. 

Keenam sekaligus terakhir, adalah orang yang paling ideal dalam menyambut bulan Ramadhan. Ia memiliki semangat seperti jenis orang keempat, tapi juga berpikir seperti setengah dari pikiran orang jenis kelima. Ia akan bersemangat beribadah. Lantas, tetap istiqomah dengan kebaikan yang ia lakukan, walaupun tidak memungkiri bahwa ibadahnya tidak akan sampai sebegitu luar biasa seperti  pada bulan Ramadhan. 

Jadi, orang jenis mana kah anda dalam menyambut bulan Ramadhan? Atau tidak termasuk yang di atas? Apakah anda orang jenis ketujuh atau kedelapan? Atau jenis orang kesepuluh? Mau jenis apapun anda, sambutlah bulan Ramadhan dengan sebaik mungkin. Jangan disia-siakan ya! Hanya sebulan dalam setahun, kok. 


Komentar

Postingan Populer